Laman

terimah kasih atas kunjungannya di blog kami

Jumat, 11 Mei 2012

perjalanan Udara

Kami menawarkan proses kerjasama dalam pencarian tiket pesawat yang termurah pada saat perjalanan anda butuhkan waktu-waktu tapi ingat saat itu mana tiket termurah itu yg saya infokan kepada anda
pada saat ini kami bekerja sama dengan berbagai airline yang meliputi :

  • LionAir.......
  • BataviaAir.....
  • SriwijayaAir....
  • AirAsia......
  • GarudaIndonesia....
  • citilink......
  • kal star....
  • Merpati Airline...
  • jet star....
profil-profil berbagai Maskapai:




Lion Air adalah nama sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berasal dari Indonesia. Maskapai ini merupakan maskapai pertama di Asia yang memberikan 2 kelas (bisnis dan ekonomi).

Armada

Armada Lion Air per 7 Juni 2011 terdiri dari:
49 Boeing 737-900ER (Pengguna pertama di dunia)(total pemesanan: 178) [3] [4] 12 pesanan dialihkan ke seri -800
12 Boeing 737-800 (pengalihan pesanan dari seri -900ER)
2 Boeing 737-300 (Keluar dari armada = 2011)
7 Boeing 737-400 (Keluar dari armada = 2011)
2 Boeing 747-400
4 McDonnell Douglas MD-90 (Keluar dari armada = 2011)
12 ATR 72-500 (milik Wings Air,18 masih dalam pemesanan)

Mantan Armada

13 McDonnell Douglas MD-82
1 Boeing 737-200
1 Airbus A310-300

SEJARAH


Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.


Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke Pulau Sumatera,Batam,Pangkalpinang,dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B (mulai 11 Oktober 2010)hingga saat ini.Sedangkan semua penerbangan internasional Lion Air dilayani dari terminal 2E.


Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri McDonnell Douglas MD-82 dan 5 pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, Armada Lion Air didominasi oleh MD-80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014. Lion Air berencana bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2 (dua) Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.

  • [Image: 120px-Boeing_737-900_ER_Lion_Air.JPG]
    Pesawat Boeing 737-900 ER Lion Air
  • [Image: 120px-Boeing_737-400_Lion_Air.JPG]
    Pesawat Boeing 737-400 Lion Air
  • [Image: 120px-MD-90_Lion_Air.jpg]
    Pesawat MD-90 Lion Air
  • [Image: 120px-Lion_Air_Boeing_737-800ER_Soetta.jpg]
    Pesawat Boeing 737-800ER Lion Air
  • [Image: 120px-Atr_72-500_wings.jpg]
    Pesawat ATR 72-500 Wings Air






Profile Batavia Air

| Latar Belakang
Batavia Air telah memulai bisnis di Indonesia lebih dari duapuluh tahun. Dimulai dari usaha travel agent dan tumbuh menjadi usaha charter angkutan udara. Batavia Air berdiri pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2002, Batavia Air memperoleh Sertifikasi dari Pemerintah dan menunjuk sebagai Operator Penerbangan.
Dengan pengalaman di bidang usaha biro perjalanan dan industri angkutan udara, dan didukung dengan armada yang dapat dipercaya disertai sumber daya manusia yang handal, kami percaya dan optimis dapat bertahan didalam melaksanakan kompetisi angkutan udara.

Trust Us To Fly
Dengan Semboyanya “ Trust Us to Fly “ telah menginspirasi seluruh karyawan untuk mencurahkan segala usahanya yang tulus dengan memberikan hasil kerja yang terbaik bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam rangka untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pelanggan kami.
Dengan komitment dan integritas yang tinggi, menjadikan Batavia Air sebagai penerbangan yang dapat diandalkan sehingga para pelanggan Batavia Air percaya untuk terbang bersama Batavia Airlines.

Visi
Untuk menjadikan sebuah perusahaan penerbangan Nasional yang berorientasi kepada aspek ekonomis, kenyamanan, keselamatan penerbangan dan selalu berusaha melaksanakan komitmen terhadap kepuasan pelanggan, sehingga menjadi pilihan pertama dan terutama bagi pemakai jasa transportasi udara.

Misi

  • Menjadikan perusahaan yang efektif, efisien dan menguntungkan, sehingga memberikan nilai tambah bagi lingkungan, masyarakat, pelanggan dan karyawan serta pemegang saham.
  • Bekerja sebaik mungkin untuk terciptanya keamanan dan keselamatan penerbangan.
  • Selalu berusaha mencari peluang untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.
  • Memberikan sumbangsih untuk perkembangan transportasi udara di Negara Republik Indonesia.
  • Menjadikan perusahaan yang sehat sehingga menjadi tempat yang yang nyaman untuk berkarier bagi karyawan











Profile
Sriwijaya Air adalah salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang menerbangkan lebih dari 700.000 penumpang setiap bulannya. Merambah lebih dari 38 destinasi termasuk dua negara di tingkat regional dan daerah-daerah tujuan wisata populer lainnya di seluruh Indonesia.
Sriwijaya Air berkonsentrasi pada bisnis penerbangan penumpang dan layanan pengiriman barang, dengan jangkauan nasional maupun regional.
Sejak berdiri pada 10 November 2003, Sriwijaya air berhasil mencapai target-target yang dikemas dalam misi dan visinya, seperti: mengedepankan layanan berkualitas, menjadi maskapai penerbangan yang mampu bersaing secara nasional maupun regional, siap berekspansi bisnis pada level dunia, mengadopsi tekonologi terkini dan manajemen perusahaan yang efektif dan efisien, mengundang turis domestik dan internasional ke berbagai destinasi, serta untung secara bisnis.
Maskapai Sriwijaya Air yang berbasis di Jakarta, berhasil bertahan dan keluar dari krisis global 2008 tanpa kerugian yang berarti. Bahkan terus melakukan ekspansi ke timur Indonesia dengan armada-armada baru.
Misi
Moto kami adalah menjadikan semua pihak rekan kami saat terbang. Kami tahu saat ini siapapun bisa terbang, namun kami membawa terbang pelanggan-pelanggan kami dengan kebanggaan serta reputasi tinggi yang terimplementasi dalam layanan berkualitas dalam proses pra-penerbangan, di dalam pesawat maupun paska-penerbangan.







Profil perusahaan

Sekarang Siapapun Bisa Terbang

AirAsia

Maskapai penerbangan yang terdepan di Asia ini didirikan dengan impian untuk membuat semua orang dapat terbang dengan pesawat. Sejak 2001, AirAsia telah dengan mulus mendobrak norma bepergian keliling dunia dan telah meningkatkan posisinya menjadi yang terbaik di dunia. Dengan jaringan rute yang membentang di lebih dari 20 negara, AirAsia terus membangun jalur menuju penerbangan berbiaya hemat dengan solusi inovatif kami, proses yang efisien dan pendekatan kami terhadap dunia bisnis yang penuh dengan semangat. Bersama dengan perusahaan rekanan kami AirAsia X, Thai AirAsia dan Indonesia AirAsia, AirAsia siap membawa konsep terbang dengan biaya hemat ke level yang baru dengan slogan kami: "Sekarang Siapapun Bisa Terbang (Now Everyone Can Fly"

Klik disini untuk melihat berbagai penghargaan.

AirAsia X

Memfokuskan diri pada segmen dengan biaya terjangkau dan jarak penerbangan jauh - AirAsia X didirikan pada tahun 2007 untuk memberikan jaringan titik-ke-titik dan frekuensi penerbangan tinggi pada bisnis penerbangan jarak jauh. Biaya efisien AirAsia X dicapai dengan mengoperasikan armada pesawat yang sederhana dan jaringan rute yang berdasarkan pada bandara berbiaya terjangkau - tanpa sistem saling berbagi kode yang rumit dan 'warisan' berbagai ongkos biaya tambahan yang membengkakkan biaya penerbangan tradisional tanpa menyesuaikan dengan faktor keselamatan.Penumpang terus menikmati biaya hemat, melalui penghematan biaya yang kami lanjutkan kepada tamu kami.

Pengoperasian AirAsia X’s yang efisien dan dapat dipercaya memiliki lisensi penuh dan dimonitor oleh regulator dari Malaysia dan Internashional dan mengacu sepenuhnya kepada standar internasional. AirAsia X berkomitmen untuk menawarkan biaya hemat yang X-citing (menarik), tingkat keamanan dan kepedulian yang X-emplary (patut diteladani), dan layanan serta pengalaman yang X-traordinary (luar biasa) di dalam pesawat kepada seluruh tamu kami- menyebarkan pengalaman yang menarik bersama AirAsia ke tujuan-tujuan yang X-citing (penuh daya tarik) di Australia, Selandia baru , China, Taiwan, Japan, Korea, India, Timur tengah dan Eropa.









Our Vision

Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

Our Mission

  • Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar
  • Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global
  • Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan AirAsia
  • Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan

Our Values

Kami dapat membuat model biaya hemat kami melalui implementasi dari berbagai strategi kunci sebagai berikut:
  • Utamakan Keselamatan:
    Bekerja sama dengan penyedia perawatan paling terkenal di dunia dan mematuhi standar operasi penerbangan dunia.
  • Pemanfaatan Aircraft:
    Waktu perputaran (turn around time) tercepat di region dengan hanya 25 menit, memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi.
  • Tarif Hemat, Tanpa Embel-embel:
    Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan.
  • Pengoperasian Sederhana:
    Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efisien.
  • Sistem Distribusi yang Ringkas:
    Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan perjalanan.
  • Jaringan Point to Point:
    Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.

Program Kesetiaan Kami, BIG

BIG adalah program kesetiaan global "satu-satunya di dunia" di mana Anda dapat mengumpulkan BIG Points dengan setiap transaksi untuk ditukarkan dengan penerbangan AirAsia GRATIS*. Anggota juga akan menikmati prioritas melakukan pembelian, tawaran khusus dan diskon eksklusif sebagai Anggota Kesetiaan BIG AirAsia.



Sejarah Garuda Indonesia Airline

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan kebanggaan milik bangsa Indonesia. Telah banyak jasa jasa yang ia berikan kepada bangsa indonesia ini.  Seperti apakah sejarahnya hingga bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia ini ? mari kita simak sejarah garuda indonesia airline di bawah ini.

Garuda adalah hasil joint venture antara Pemerintah Indonesia dengan maskapai Belanda Koninklijke Luchtvaart Maatschappij (KLM). Pada awalnya, Pemerintah Indonesia memiliki 51% saham dan selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya di tahun 1954 ke pemerintah Indonesia.
Pemerintah Burma banyak menolong maskapai ini pada masa awal maskapai ini. Oleh karena itu, pada saat maskapai ini diresmikan sebagai perusahaan pada 31 Maret 1950, Garuda menyumbangkan Pemerintah Burma sebuah pesawat DC-3. Pada mulanya, Garuda memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara dan jadwal penerbangan, sebagai kelanjutan dari KNILM. Ini sangat berbeda dengan perusahaan-perusahaan pionir lainnya di Asia.

Pada tahun 1953, maskapai ini memiliki 46 pesawat, tetapi pada tahun 1955, pesawat Catalina mereka harus pensiun. Tahun 1956 mereka membuat jalur penerbangan pertama ke Mekkah.
Tahun 1960-an adalah saat kemajuan pesat maskapai ini. Tahun 1965 Garuda mendapat dua pesawat baru yaitu pesawat jet Convair 990 dan pesawat turboprop Lockheed L-118 Electra. Pada tahun 1961 dibuka jalur menuju Bandara Internasional Kai Tak di Hong Kong dan tahun 1965 tibalah era jet, dengan DC-8 mereka membuat jalur penerbangan ke Bandara Schiphol di Haarlemmermeer, Belanda, Eropa.
Tahun 1970-an Garuda mengambil Jet kecil DC-9 dan Fokker F28 saat itu Garuda memiliki 36 pesawat F28 dan merupakan operator pesawat terbesar di dunia untuk jenis pesawat tersebut, sementara pada 1980-an mengadopsi perangkat dari Airbus, seperti A300. Dan juga Boeing 737, juga McDonnell Douglas MD-11.
Dalam tahun 1990-an, Garuda mengalami beberapa musibah, dan maskapai ini mengalami periode ekonomi sulit. Tetapi, dalam tahun 2000-an ini maskapai ini telah dapat mengatasi masalah-masalah di atas dan dalam keadaan ekonomi yang bagus.

sejarah garuda indonesia


Asal Nama Garuda Indonesia
Pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman dari Presiden Soekarno yaitu Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, yaitu Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden yang berarti Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi d iatas kepulauanmu
Maka pada tanggal 28 Desember 1949, terjadi penerbangan yang bersejarah yaitu pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran – Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.
Mulai Juni 2009, Garuda Indonesia telah menggunakan livery baru pada beberapa pesawatnya yang terbaru yaitu pada Airbus A330-200 dengan registrasi PK-GPH,PK-GPI,PK-GPJ dan PK-GPK,6 buah Airbus A330-300 dengan registrasi PK-GPA,PK-GPC,PK-GPD,PK-GPE,PK-GPF dan PK-GPG,1 buah Boeing 737-300 dengan registrasi PK-GHX,4 buah Boeing 737-500 dengan registrasi PK-GGC,PK-GGD,PK-GGE,PK-GGF,2 Boeing 747-400 PK-GSG dan PK-GSI, serta 19 buah Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GMA,PK-GMC,PK-GMD,PK-GME,PK-GMF,PK-GMH,PK-GMI,PK-GMJ,PK-GMK,PK-GML,PK-GMM,PK-GMN,PK-GEE,PK-GEG,PK-GEH,PK-GEI,PK-GEL,PK-GEN,PK-GER,PK-GFA,PK-GFC,PK-GFD,PK-GFF. Beberapa pesawat tersebut telah diperbaharui tampilan eksteriornya dengan livery baru untuk menyegarkan penampilan maskapai Garuda Indonesia.
Kabin pesawat Garuda Indonesia yang baru juga dilengkapi dengan PTV [Personal Television] termasuk AVOD [Audio Video On Demand] pada setiap kursinya, 11 inci untuk kelas bisnis dan 8 inci untuk kelas ekonomi. Warna biru yang dominan pada kursi lama pesawat juga diubah. Warna merah maroon digunakan pada kursi kelas bisnis, sedangkan kombinasi warna coklat tua dengan coklat muda digunakan pada kursi kelas ekonomi.
itulah sedikit sejarah maskapai penerbangan garuda indonesia, semoga bisa bermanfaat kita semua.




Profile Citilink, Fokus pada Maskapai Berbiaya Hemat 


PT Garuda Indonesia Tbk akan memperkenalkan PT Citilink Indonesia kepada publik awal Agustus ini. Pengenalan Citilink akan difokuskan pada merek sebagai maskapai penerbangan berbiaya hemat yang sudah terlepas secara manajemen bisnis dari Garuda Indonesia.

citilinkDirektur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, unit bisnis strategis yang bergerak di jasa penerbangan biaya rendah ini direncanakan dapat berdiri sendiri pada tahun depan. Hal ini sebagai salah satu wujud strategi Garuda untuk meningkatkan omzet dan pangsa pasar.

"Pemisahan Citilink dalam proses. Sekarang sedang diajukan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), setelah itu disusul keluarnya Air Operation Certificate (AOC). Kita prediksi pada tahun depan sudah berdiri PT Citilink Indonesia,” kata Emir di Jakarta.

Dia mengungkapkan, pada Agustus 2011, Citilink akan di relaunch ke pasar, mengingat telah memiliki 10 pesawat yang terdiri atas enam Boeing 737 seri klasik dan empat Airbus 320. Perseroan merevisi jumlah pesawat Citilink untuk tahap awal, dari 15 menjadi 10 unit.

"Nantinya semua armada Citilink akan terdiri atas A-320, di mana 25 pesawat sudah kita pesan beberapa bulan lalu dan kedatangannya dilakukan secara bertahap,” ujarnya. (*/Koran SI)

 Profil kal star :





































Tidak ada komentar:

Posting Komentar